SEMUANYA BERAWAL DARI CITA-CITA

Saat usia anak-anak, orang terdekat seperti guru dan orang tua mulai menanyakan apa cita-cita kita di masa mendatang? pertanyaan tersebut seringkali berulang seiring perkembangan usia. Adalah dr. Andrie Rhomdhon K. Sp.U. Dokter yang baru membuka praktiknya di RS Wava Husada tersebut juga menerima pertanyaan serupa dari orang-orang sekeliling. Ia pun membagikan perjalanan kisahnya sampai menjadi seorang dokter spesialis Urologi.

”Dulu waktu kecil saya bercita-cita ingin menjadi seorang guru SD seperti ibu saya,” ucap Dokter Rhomdhon di sela-sela jadwal praktiknya. Kemudian cita-cita itupun berubah dan Dokter Rhomdhon mulai melirik profesi dokter sebagai pengganti. Disinilah peran ayah dan ibu Dokter Rhomdhon begitu besar. Bagaimana tidak? sejak kanak-kanak, dokter asal Kepanjen tersebut cukup rutin kontrol ke dokter spesialis anak. Saat itulah angan-angannya menjadi dokter muncul.

Seorang novelis Brasil Paulo Cuelho mengatakan ”Saat seseorang benar-benar menginginkan sesuatu, segenap alam semesta bersatu untuk membantu orang itu mewujudkannya” (Sang Alkemis, halaman 123). Inilah yang dialami oleh Dokter Rhomdhon. Impiannya terasa semakin dekat manakala guru wali kelas SMA 1 Kepanjen turut serta mendukungnya menjadi seorang dokter. Tak elak, jurusan IPA pun dia ambil.

Tahun berikutnya Dokter Rhomdhon tercatat sebagai mahasiswa Kedokteran Universitas Brawijaya (2001-2007). Ia baru mengambil gelar spesialisnya pada tahun 2012 di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. ”Saya ingin sekolah yang ada tindakannya. Saya pilih dokter bedah yang high-tech, dimana kita bisa memaksimalkan potensi otak, skills, knowledges dan teknologi” pungkasnya.

Dari kategori yang disebutkan, Urologilah yang menarik hatinya. Dijelaskan oleh dokter Rhomdhon, Urologi merupakan bagian dari ilmu bedah yang mempelajari saluran kencing pada pria maupun wanita dan genetalia pria. Didalamnya terdiri dari 7 sub urologi, yaitu endo urologi, onkologi urologi, pediatric urologi, female urologi, neuro urologi, andro urologi, dan rekonstruksi urologi.

Kini dokter Rhomdhon lebih banyak mengabdikan ilmunya di Kepanjen, kampung halamannya. Sekian hambatan yang dialami, Ia memiliki pesan orang tua yang selalu menjadi pegangan. Perjalanan yang tidak mudah namun ia mendapatkan buah hasil jerih payahnya. ”Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk sesama. Sehingga menjadi dokter dapat habluminannas dan habluminallah-nya,” ucap Dokter Rhomdhon mengingat pesan Ayah dan Ibunya.

© 2019 - RS Wava Husada

Kontak kami        0341.393000