Spesialis Penyakit Dalam

dr. Etik Mertianti, Sp.PD

Pendidikan Terakhir

Program Keahlian Ilmu Penyakit Dalam
Universitas Brawijaya

Learning Is A Lifelong Process

Klinik Spesialis Penyakit Dalam RS Wava Husada kedatangan dokter barunya. Adalah dr. Etik Mertianti, Sp.PD. yang resmi bergabung di RS Wava Husada sejak pertengahan Juni 2020. Ia merupakan “Aremanita” yang telah mengabdikan dirinya di Kota “singo Edan” sedari kecil sampai kini. Pendidikan dokter ia rampungkan di Universitas Brawijaya (1998-2005), berlanjut Pegawai Tidak Tetap (PTT) sampai tahun 2010 di Lombok NTB. Kemudian tahun 2012-2016 ia mengambil pendidikan spesialisnya di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Berminat di bidang Ginjal dan Hipertensi yang membuatnya melanjutkan pendidikan konsultan di Universitas yang sama. Selain itu dokter yang hobi travelling ini juga suka menimba ilmu dari kursus/training, pelatihan serta seminar baik di dalam negeri maupun diluar negeri sekaligus menyalurkan hobinya tersebut.

Kakaknya adalah seorang dokter spesialis bedah yang memberikannya banyak inspirasi. Ada kenangan dokter Etik diajak oleh saudaranya tersebut ke Unit Gawat Darurat (UGD) untuk praktik. Itulah mengapa ia begitu familier dengan dunia medis dan memilih dokter sebagai cita-citanya. Namun bukan ke bedah, melainkan spesialis penyakit dalam. Mengapa? Hal itu tidak terlepas dari pengalamannya selama menjalani PTT. Waktu itu kebanyakan kasus yang ditanganinya merupakan ranah penyakit dalam. Itulah mengapa itu mengambil bidang tersebut.

Perjalanan hidup dr. Etik tidak semudah yang dibayangkan. Ada peluh, keringat, waktu bahkan biaya yang dihabiskan namun semuanya dilaluinya dengan penuh ikhlas dan berserah diri kepada Allah SWT. Lebih-lebih Ia memiliki sosok yang menjadi semangatnya yaitu ibu tercinta. “Ibu adalah orang yang akan mengorbankan segalanya untuk putra putrinya. Beliau memperjuangkan bagaimanapun caranya agar putra putrinya tetap melanjutkan pendidikan tinggi,” sebut dokter Etik meratap.

Saat ini, dokter Etik banyak disibukkan menangani pasien ginjal. Tidak hanya bekerja, disitu ia pun kembali belajar dari pasiennya, misal cerita seorang ibu yang mendonorkan ginjalnya ke putrinya yang sudah terdiagnosis gagal ginjal. Ada semacam haru yang dirasakan dokter Etik, bahwasannya cinta dan kasih sayang seorang ibu abadi sepanjang masa. “Kita diciptakan Allah begitu sempurna. Jadi, dengan satu ginjal pun si ibu tetap bisa menjalani kehidupannya dengan normal. Sekarang pasien tersebut sudah masuk tahun ke-6 post cangkok ginjal,” tuturnya mengingat.

© 2019 - RS Wava Husada

Kontak kami        0341.393000