THE SECRET LIFE OF

Peran dokter anestesi dalam prosedur operasi amatlah besar. Mereka bertanggungjawab untuk memantau kondisi vital pasien dan memastikan pembiusan berjalan dengan baik. Ya, dokter anestesilah yang membantu pasien agar tidak mengalami nyeri saat operasi berlangsung. Begitupun dengan peran dokter anestesi RS Wava Husada dr. Ramacandra Rakhmatullah, Sp.An. Pria asal Malang tersebut telah mengabdikan diri sebagai dokter muda sejak tahun 2008.

Mulanya, dr. Candra, sapaan akrabnya, mengambil pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya (tahun 2004-2010). Saat itu belum ada gagasan jika anestesi akan menarik hatinya. Cerita bermula ketika dr. Candra menjalani co-assistant (co-ass) tahun 2008-2010. Waktu itu neneknya sakit dan dirawat di ruang ICU. Hari demi hari dr. Candra menghabiskan waktunya di rumah sakit untuk menjaga dan merawat orang tercintanya tersebut. Sampai dua minggu berjalan, nenek dr. Candra berpulang ke rahmatullah.

Selalu ada hikmah di setiap kejadian. Pasca kepergian neneknya, dr. Candra mulai melirik anestesi. Ia pun berkeinginan kuat membantu mereka yang membutuhkan, khususnya pasien di ICU. ”Saya menyaksikan langsung usaha mati-matian tenaga medis di ICU yang luar biasa hebat, karena itu saya ambil spesialis yang ada ICU-nya,” tuturnya.

Baru di tahun 2011 dr. Candra mendaftarkan diri di Universitas Brawijaya spesialis anestesi sampai tahun 2015. Tidak sampai disitu, untuk memaksimalkan ilmunya, hingga Juni 2019 ia tercatat sebagai mahasiswa Universitas Padjadjaran Bandung dan mengambil konsultan ICU.

Dr. Candra telah mengenal dunia kedokteran sejak kecil karena ayahnya berada di profesi yang sama. Namun tak ada paksaan ia harus menjadi seorang dokter. Orang tuanya memberikan kebebasan kepada dr. Candra untuk mewujudukan mimpinya. ”Saya cuma ingat pesan bapak, dokter itu untuk menolong orang lebih gampang,” pungkasnya.

Begitulah dr. Candra. Ia memiliki makna tersendiri tentang arti menolong sesama. Ketika menjadi dokter umum, dr. Candra bahkan tidak menjalani praktik di rumah sakit sebagaimana umumnya lulusan lain. Ia justru tertarik untuk membantu di klinik-klinik sosial di Surabaya. Tak jarang dr. Candra turun langsung ke lapangan untuk membantu pasien yang membutuhkan. Sebut saja, saat erupsi gunung Bromo terjadi dan musibah tanah longsor menimpa Papua Barat.

© 2019 - RS Wava Husada

Kontak kami        0341.393000