Ilmu Iku Ndek Dhulur, Ndek Dulur Iku Ilmu (Ilmu Itu Di Saudara, Di Saudara Itulah Ilmu)

RS Wava Husada kembali mendatangkan dokter spesialis barunya. Kali tersebut ialah Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut drg. Zefry Zainal A, Sp.BM., M.Ked.Klin. Pria asal Kepanjen tersebut menempuh pendidikan di Universitas Jember Fakultas Kedokteran Gigi (2006-2010). Berlanjut drg. Zefry menempuh pendidikan spesialis Bedah Mulut di Fakultas Kedokteran Gigi Unversitas Airlangga (Unair) Surabaya dan Magister Kedokteran Klinik di Universitas yang sama, yaitu Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya.

Menurut pemaparan drg. Zefry, kedua orang tuanya bukanlah seorang dokter atau mereka yang berkecimpung di dunia kesehatan. Bahkan saat SMA ia bersama sahabatnya memutuskan menekuni dunia teknik. Sayangnya nasib berkata lain. Pilihan drg. Zefry jatuh pada kedokteran gigi. ”Dulu saya membaca peluang karir yang ada. Kira-kira fakultas apa yang sedikit di Indonesia 10 tahun mendatang,” tuturnya.

Mengapa demikian? Dengan sedikitnya minat di fakultas tersebut ia berpikir, peluang pekerjaan yang akan didapatkannya kelak akan lebih besar. Begitu juga saat ia memutuskan terjun di spesialis bedah mulut. Semuanya berdasarkan pemikiran dan kalkulasi yang matang. Pun di dukung ketertarikan mengenai ilmu tersebut.

Bagi drg. Zefry, seseorang menuntut ilmu tidak diniati untuk menuntut melainkan ‘ngeluru’ ilmu. Secara gamblang ia senang menempuh pendidikannya yang lama. ”Tujuan sekolah bukan cari ilmu, tapi cari saudara. Kalau diniatkan cari saudara kita pasti dapat ilmu,” selorohnya.

Saat ditanya siapa yang paling menginspirasinya, ia menuturkan sosok itu datang dari guru besarnya, Prof. Coen. Di spesialis bedah mulut, sosok yang dimaksud begitu living legend. Gurunya merupakan guru besar namun sangat low profile dan konsen dalam membangun generasi yang akan datang. ”Beliau tidak memikirkan dirinya sendiri tapi fokus membangun generasi,” tuturnya.

Hal itulah yang menginspirasi-nya sampai saat ini. Semuanya diniatkan ibadah. Selain membuka praktiknya di Wava Husada, ia juga memilih menjadi dosen di Universitas Brawijaya. Semuanya tulus untuk membangun generasi mendatang. ”Di Wava Husada ini diniatkan untuk mengabdi kepada masyarakat agar ilmunya bermanfaat dan berkembang,”pungkas drg. Zefry.

© 2019 - RS Wava Husada

Kontak kami        0341.393000