PENTINGNYA KEPERCAYAAN DIRI DALAM BEKERJA

Adalah Ibu Fifie Indayani, S.Psi., M.Psi. Seorang Psikolog RS Wava Husada yang telah menangani ribuan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) maupun pasien-pasien lain. Perempuan asal Batu tersebut mengambil Strata 1 (S1) Psikologi (1997-2002) dan Magister Profesi Psikologi (2012-2014) di Universitas Muhammadiyah Malang.

”Ikuti passion-mu, bukan orang tuamu, bukan gurumu”. Kutipan ini begitu melekat dengan perjalanan karir ibu Fifie. Bagaimana tidak? Sejak awal ibunya belum merestui pilihannya menjadi psikolog. Pun zaman itu stigma masih sangat melekat di kalangan masyarakat menaggapi ABK. Ibu Fifie akhirnya memberanikan diri mengutarakan perasaannya ke ibu tercinta. ”Kalau gak aku, terus siapa bu?” tutur ibu Fifie, ibunya pun menangis.

Pernah juga dosen di almamaternya menawarkannya untuk mengajar. Ibu Fifie sempat menjalani beberapa kali sebelum akhirnya  keluar. Ya, faktor jarak dengan rumah menjadi penyebab utamanya. ”Saya sekarang domisili di Gondanglegi,” tuturnya.

Sebenarnya jika meruntut kapan passion itu ada, tidak lain ketika SMP. Ya, teman-temannya saat itu mempercayakannya sebagai ‘teman curhat’. Banyak diantara mereka yang merasa tertolong dengan saran yang diberikan ibu Fifie.

Faktor lain adalah ketika ia menjalani tes minat bakat, yang memunculkan psikolog sebagai salah satu pilihan profesi. Tak khayal jika kemudian itu semakin menarik perhatiannya.

Baginya, setiap orang harus percaya diri dan berani ‘speak up’  untuk mengungkapkan apa yang ingin dicapainya. Ibu Fifie senantiasa membuktikan bahwa tidak salah mengikuti hati nurani. Kendati jalannya tak melulu mudah, kini ada  restu ibunya disana.

Selain itu, bidang yang dipilihnya saat ini begitu menyenangkan sebagaimana keputusan awal itu dibuat. Menjadi seorang psikolog telah mengajarkan banyak hal, khususnya dalam bersyukur. ”Perjuangan orang tua yang memiliki ABK itu luar biasa hebat dan saya banyak belajar dari mereka,” tutur ibu Fifie yang pernah menjabat sebagai konsultan HRD di Wava Husada (2015-2018).

Orang tua ABK begitu menginspirasi perempuan yang memiliki satu anak tersebut. Ada Ayah dan Ibu yang telah berjuang sejak puluhan tahun bahkan selama hidupnya. ”Jika para orang tua bisa sabar menghadapi putra-putrinya, mengapa ia tidak bisa,” tuturnya singkat.

© 2019 - RS Wava Husada

Kontak kami        0341.393000