Open/Close Menu Wava Husada

Tanpa Gejala : Diharuskan untuk melakukan isolasi mandiri, demi menjaga kesehatan orang di sekeliling pula.

ISOLASI DAN PEMANTAUAN

  • Isolasi mandiri di rumah selama 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi, baik isolasi mandiri di rumah maupun di fasilitas publik yang dipersiapkan pemerintah
  • Pasien dipantau melalui telepon oleh petugas Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)
  • Kontrol di FKTP terdekat setelah 10 hari karantina untuk pemantauan klinis

PROTOKOL ISOLASI MANDIRI

  1. Pasien ditempatkan tersendiri di ruang dengan ventilasi cukup serta kamar single yang luas yang dilengkapi dengan toilet. Jika kamar single tidak tersedia pertahankan jarak minimal 1 meter dari penghuni rumah lain (physical distancing), meminimalkan penggunaan ruang bersama, serta memastikan bahwa ruang bersama (dapur, kamar mandi) memiliki ventilasi, cahaya, dan udara yang baik.
  2. Selalu memakai masker jika keluar kamar dan saat berinteraksi dengan keluarga.
  3. Hindari penggunaan peralatan makan bersama, jika terpaksa maka alat makan-minum segera dicuci dengan air/sabun.
  4. Upayakan kamar tidur dan kamar mandi khusus yang hanya digunakan oleh pasien.
  5. Terapkan etika batuk dengan menggunakan masker medis apabila batuk, apabila tidak menggunakan masker, tetap menjaga kebersihan pernapasan dengan menutup mulut dan hidung ketika batuk dan bersin dengan tisu atau lengan atas bagian dalam.
  6. Tisu, masker, dan sampah lain yang berasal dari pasien sementara harus ditempatkan dalam tempat sampah yang dipisahkan dan tertutup serta dibuang sebagai limbah infeksius.
  7. Cuci tangan (hand hygine) sesering mungkin, terutama setelah kontak dengan saluran pernapasan, sebelum makan, dan setelah menggunakan toilet. Cuci tangan dapat dilakukan dengan sabun dan air mengalir atau dengan hand sanitizer yang mengandung alkohol. Penggunaan hand sanitizer yang mengandung alkohol lebih disarankan jika tangan tidak terlihat kotor. Bila tangan terlihat kotor, cucilah tangan menggunakan sabun dan air mengalir minimal 20 detik.
  8. Berjemur matahari minimal sekitar 10-15 menit setiap harinya (sebelum jam 9 pagi dan setelah jam 3 sore).
  9. Ukur dan catat suhu tubuh 2 kali sehari (pagi dan malam hari). Segera informasikan ke petugas pemantau/ FKTP jika terjadi peningkatan suhu tubuh > 38oC.
  10. Pakaian yang telah dipakai, sebaiknya dimasukkan ke dalam kantong plastik/wadah tertutup yang terpisah dengan pakaian kotor keluarga yang lain sebelum dicuci. Membersihkan pakaian, seprai, handuk mandi, dan lain-lain, dilakukan dengan menggunakan sabun cuci dan air atau mesin cuci di 60–90 ° C dengan deterjen biasa dan kering.
  11. Membuka jendela secara berkala.
  12. Bersihkan dan desinfeksi permukaan yang sering disentuh seperti meja, rangka tempat tidur, perabotan kamar tidur lain, kamar mandi, dan toilet setiap hari dengan desinfektan rumah tangga yang mengandung larutan pemutih encer (1 bagian hingga 99 bagian air). Untuk permukaan yang tidak mentolerir pemutih dapat menggunakan alkohol 70%.
  13. Bila memungkinkan, gunakan APD saat membersihkan kamar (setidaknya masker dan bila memungkinkan sarung tangan dan kacamata google).

PROTOKOL UNTUK KELUARGA

  1. Bagi anggota keluarga yang berkontak erat dengan pasien, sebaiknya memeriksakan diri ke FKTP/Rumah Sakit.
  2. Anggota keluarga senantiasa memakai masker.
  3. Jaga jarak minimal 1 meter dari pasien.
  4. Selalu menerapkan cuci tangan (hand hygine) dengan menggunakan sabun dan air mengalir atau dengan hand sanitizer yang mengandung alkohol.
  5. Jangan menyentuh daerah wajah kalau tidak yakin dengan kebersihan tangan.
  6. Ingat untuk senantiasa membuka jendela rumah agar sirkulasi udara bertukar.
  7. Bersihkan sesering mungkin daerah yang mungkin tersentuh pasien, misalnya gagang pintu, dan lain-lain.

ISOLASI DAN PEMANTAUAN
1. Masa Isolasi mandiri di rumah
– 10 hari jika tanpa keluhan, dan
– 13 hari jika dengan keluhan ringan sejak sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi, baik isolasi mandiri di rumah maupun di fasilitas publik yang dipersiapkan pemerintah
2. Pasien dipantau melalui telepon oleh petugas Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)
3. Kontrol di FKTP terdekat setelah 10 hari karantina untuk pemantauan klinis

© 2019 - RS Wava Husada

Kontak kami        0341.393000