dr. M. BARLIAN NUGROHO, Sp.KFR (Spesialis Rehabilitasi Medik)

Pernahkah Anda merasakan nyeri di salah satu bagian tubuh seperti pada pinggang atau lutut? Seperti apakah rasanya?

Pada dasarnya rasa nyeri yang dirasakan setiap orang berbeda-beda. Nyeri dapat menyerang segala usia baik tua maupun muda. Oleh karena itu, kita perlu mengenal dan mempelajari lebih dalam tentang nyeri bersama dengan uraian dr. M. Barlian Nugroho, Sp.KFR, Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik RS Wava Husada berikut ini.

“Sebagian besar, sekitar 80% pasien datang ke rehabilitasi medik dengan keluhan nyeri. Nyeri adalah sebuah sensasi rasa tidak nyaman yang terjadi akibat ada sesuatu yang salah dalam tubuh. Nyeri merupakan tanda atau alarm agar kita bisa waspada terhadap rasa tidak nyaman tersebut,” ujar dr. Barlian.

Penyebab nyeri ada tiga yaitu karena saraf, kelainan otot atau tulang atau organ-organ lainnya. Kategori perasaan nyeri berbeda-beda tergantung dari sumbernya.

“Jika nyeri otot ciri-cirinya kemeng atau njarem dalam bahasa jawa. Nyeri karena ada sesuatu yang salah pada saraf biasanya memiliki ciri-ciri clekit-clekit seperti diiris pisau. Kemudian, nyeri pada tulang ciri-cirinya nyeri luar biasa dan tidak dapat dideskripsikan,” tambah Ayah dengan satu putera tersebut.

Nyeri yang dirasakan pada dasarnya memiliki tingkatan, nyeri akut dan kronis. Nyeri akut biasanya dirasakan selama 3 hingga 5 hari dan dapat diatasi dengan terapi dingin. Adapun ciri-cirinya adalah masih terdapat bengkak dan memerah. Sementara nyeri dengan grade kronis biasanya dirasakan diatas 5 hari dan dapat diatasi dengan terapi panas jika sudah tidak ada bengkak yang memerah.

Tingkat kesembuhan melalui terapi nyeri setiap orang berbeda-beda. Rata-rata pasien dengan keluhan nyeri membutuhkan 5 hingga 10 kali terapi selama 1-2 bulan selama di luar kontra indikasi.

Lalu, seperti apakah pertolongan pertama apabila mendapati rasa nyeri secara tiba-tiba?

dr. Barlian menjelaskan bahwa yang pertama dilakukan adalah dengan terapi dingin (es) di tempat yang sakit selama kurang lebih 5 menit selama dua kali pagi dan sore, tidak boleh terlalu berlebihan karena efek peredaran darah tidak lancar sehingga akan menimbulkan nyeri atau ngilu.
Hindari langsung dipijat, jika sehari sampai dua hari masih terasa sakit segera mencari pertolongan obat atau terapi.

WAVA TIMES – EDISI 15

© 2019 - RS Wava Husada

Kontak kami        0341.393000