Electro Chemiluminescence Immunoassay Anti-SARS-CoV-2
(Dr. dr. Maimun Zulhaidah Arthamin, M.Kes, Sp.PK(K))

Pemeriksaan serologi atau imunoserologi adalah pemeriksaan dengan sampel darah (plasma atau serum) yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi apakah individu tersebut telah terpapar patogen tertentu dengan melihat respons kekebalan tubuhnya. Electro-Chemiluminescence Immunoassay (ECLIA) Anti-SARS-CoV-2 merupakan pemeriksaan laboratorium imunoserologi pada alat otomatik (autoanalyzer) untuk mendeteksi antibodi terhadap SARS-CoV-2. Mulai dari sampel dimasukkan ke dalam alat sampai didapatkan hasil, membutuhkan waktu sekitar 18 menit. Sedangkan total waktu yang diperlukan mulai dari pengambilan sampel sampai didapatkan hasil kurang lebih 1 jam.

Pemeriksaan semi-kuantitatif ini berguna untuk mengidentifikasi individu dengan respons imun adaptif terhadap SARS-CoV-2, yang timbul akibat infeksi virus, termasuk individu yang tidak bergejala dan telah sembuh. Penting untuk dipahami bahwa pemeriksaan serologi tidak mendeteksi virus itu sendiri, tetapi mendeteksi antibodi yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh.

Hasil ditentukan secara otomatis oleh perangkat lunak dengan membandingkan sinyal electrochemiluminescence yang diperoleh dari produk reaksi antigen-antibodi pada sampel dengan sinyal nilai batas (cutoff) yang diperoleh dengan kalibrasi. Hasil harus selalu diinterpretasikan dengan melihat riwayat medis pasien, pemeriksaan klinis, dan penunjang lainnya. Hasil tes negatif tidak mengesampingkan kemungkinan infeksi dengan SARS-CoV-2. Sampel serum atau plasma pada fase awal (pra-serokonversi) dapat negatif. Oleh karena itu, pemeriksaan ECLIA Anti-SARS‐CoV‐2 tidak dapat digunakan untuk mendiagnosis infeksi SARS‐CoV‐2 akut. Pemeriksaan dengan diagnostik molekuler (misalnya, RT PCR) harus dilakukan untuk mengevaluasi infeksi aktif pada individu yang bergejala.

Hasil pemeriksaan disajikan dalam bentuk indeks cut off (COI; sampel sinyal/cut off). dan berupa kata reaktif atau non-reaktif. Hasil pemeriksaan COI ≥ 1 menunjukkan reaktif terhadap antibodi anti-SARS-CoV-2 (positif), sebaliknya, COI < 1 menunjukkan non-reaktif terhadap antibodi anti-SARS-CoV-2 (negatif). Sensitivitas dan spesifisitas pemeriksaan antibodi untuk mendeteksi individu tersebut terinfeksi atau tidak yang terbaik adalah menggunakan kombinasi antibodi IgG dan IgM. Sensitivitas ECLIA Anti-SARS-CoV-2 pada hari ke 0-6 dari mulainya gejala adalah 65,5%; hari ke 7-13, 88,1%; dan hari ke ≥ 14 - 40 adalah 90-100%. Sedangkan spesifisitasnya 99.81%. Alat otomatik dengan teknologi ECLIA juga dapat digunakan untuk pemeriksaan imunoserologi yang lain, yaitu, pengukuran kadar berbagai hormon, antigen dan antibodi patogen (virus dan bakteri), petanda keradangan, petanda tumor, petanda fungsi jantung, dan lain-lain.

Informasi lebih lanjut mengenai RS WAVA HUSADA dapat menghubungi: (WA/SMS): +6285608902900
Follow:
IG : @rswavahusada
FB : @rswavahusada
Youtube : RS Wava Husada
Web : www.wavahusada.com

© 2019 - RS Wava Husada

Kontak kami        0341.393000