Reverse transcription polimerase chain reaction (RT PCR) SARS-CoV-2 adalah pemeriksaan laboratorium molekuler untuk menegakkan diagnosis SARS-CoV-2. Dijelaskan oleh Dokter Spesialis Patologi Klinik dr. Maimun Zulhaidah Arthamin., M.Kes Sp.PK. Swab test bukan istilah yang tepat, yang betul adalah tes PCR, tepatnya, RT PCR, yaitu pemeriksaan rantai RNA SARS-CoV-2, yang sampelnya diambil dengan cara “swab” (=usap) pada mukosa saluran nafas atas dan/atau bawah.

Sampel bisa dari usap mukosa dinding belakang hidung (nasofaring), dinding tenggorokan bagian belakang (orofaring), dari dahak (sputum) dan bilasan rongga saluran nafas bawah. Kemudian sampel tersebut dimasukkan ke dalam botol atau tabung bertutup yang sudah mengandung media pertumbuhan virus (VTM, virus transport medium), untuk diperiksa rantai nukleotida RNA virusnya, menggunakan teknik/mesin PCR. “Ada beberapa macam mesin PCR dilihat dari segi kecanggihan dan kecepatannya. Ada yang otomatik dan ada yang masih manual. Yang otomatik pengerjaan bisa cuma 45 menit, sedangkan manual jelas lebih lama, 1,5-2 jam,” tutur ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik (PDS PatKLin) cabang Malang Raya tersebut.

PCR perlu keahlian dan alat khusus, karena lebih sulit dalam pengerjaan. Tes ini memerlukan laboratoroum khusus dengan beberapa persyaratan ketat, mengingat sampel yang diperiksa adalah materi genetik virus, yang kemungkinan besar virusnya masih hidup, dan bisa menularkan, sehingga tidak semua laboratorium mampu mengerjakan. Selain biayanya cukup mahal, juga dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlatih khusus. “Itulah mengapa antrian RT PCR panjang. Laboratorium yang tersedia sedikit, sedangkan yang periksa banyak sekali,” pungkas dr. Maimun.

Berbeda dengan tujuan rapid test, yang diperiksa adalah antibodi (IgG/IgM) yang menggambarkan sistem kekebalan tubuh, RT PCR adalah untuk mendeteksi rantai RNA (asam nukleat gen virus) atau secara tidak langsung mendeteksi virusnya. Sensitifitasnya-pun tergantung kelaikan, jumlah sampel serta lokasi yang diambil. Semakin banyak lokasi dan jumlah sampel yang diambil maka semakin bagus. Cara ambil dan transportasi sampel serta waktu pengambilan juga berpengaruh.

Informasi lebih lanjut mengenai RS WAVA HUSADA dapat menghubungi: (WA/SMS): +6285608902900
Follow:
IG : @rswavahusada
FB : @rswavahusada
Youtube : RS Wava Husada
Web : www.wavahusada.com

MENGENAL COVID-19 →
MENGENAL RAPID TEST →
MENGENAL ECLIA →