Sering kita dengar bahwa salah satu pemeriksaan untuk mendeteksi COVID-19 adalah dengan pemeriksaan Rapid test. Rapid test digunakan untuk mendeteksi antibodi terhadap infeksi COVID-19 (SARS-CoV-2) secara cepat. Ada banyak tipe dan merk yang beredar di pasaran. Teknis pemeriksaan yang dilakukan di RS Wava Husada dilakukan dengan mengambil sampel darah dari ujung jari. Setelah itu, sampel darah akan diteteskan ke alat Rapid Test. Hasil bisa keluar dalam jangka waktu sekitar 1 jam. Hasil yang didapatkan terkait Rapid Test adalah:


Non-Reactive Anti SARS-CoV-2 IgM dan IgG


Hasil non reaktif tidak menyingkirkan kemungkinan infeksi SARS-CoV-2 (COVID-19). Kemungkinan penyebab:

  • Tidak terinfeksi SARS-CoV-2
  • Terinfeksi, tapi belum terbentuk antibodi (masa inkubasi)
  • Gangguan pembentukan antibodi, misal: Immunocompromised (penyakit yang menurunkan daya tahan tubuh, atau konsumsi obat yang menekan daya tahan tubuh, malnutrisi dan kondisi lain yang menyebabkan gangguan dalam produksi antibodi)

Saran:

  • Rapid test diulang lagi dalam waktu 7-10 hari ke depan
  • Karantina mandiri 14 hari dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan physical distancing

Reactive IgM / IgG / IgM & IgG


Hasil Rapid Test antibodi reaktif tidak memastikan infeksi SARS-CoV-2. Kemungkinan penyebab:

  • Terinfeksi virus SARS-CoV-2
  • Infeksi SARS-CoV-2 masa lampau
  • Ada reaksi silang dengan virus lain

Saran:

  • OTG, ODP, dan PDP gejala ringan: isolasi diri di rumah, atau sesuai saran dokter yang merawat
  • PDP gejala sedang dan berat: isolasi di RS dilanjutkan dengan pemeriksaan konfirmasi dengan RT PCR
MENGENAL COVID-19 →