Open/Close Menu Wava Husada

Kanker masih menjadi tantangan besar dalam dunia kesehatan, terutama karena banyak kasus baru terdeteksi saat sudah berada pada stadium lanjut. Padahal, deteksi dini kanker terbukti dapat meningkatkan peluang kesembuhan hingga beberapa kali lipat serta menurunkan beban pengobatan secara signifikan.

Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia – 4 Februari, RS Wava Husada menghadirkan layanan Tes Deteksi Dini Multi-Kanker berbasis ctDNA dengan teknologi SPOTMAS, sebuah inovasi skrining kanker non-invasif yang mampu mendeteksi 10 jenis kanker sekaligus hanya melalui tes darah.

Mengenal SPOTMAS: Revolusi Deteksi Kanker Multi-Organ

SPOTMAS (Sensitive and Personalized Oncology Test – Multi-cancer Analysis System) merupakan tes skrining kanker non-invasif pertama di Asia Tenggara yang dikembangkan melalui kolaborasi KALGen Innolab dan Gene Solutions.

Tes ini menggunakan teknologi Next Generation Sequencing (NGS) untuk menganalisis circulating tumor DNA (ctDNA)—fragmen DNA yang dilepaskan oleh sel kanker ke dalam aliran darah—sehingga memungkinkan deteksi kanker sejak tahap sangat awal, bahkan sebelum muncul gejala klinis.

SPOTMAS termasuk dalam kategori Multi-Cancer Early Detection (MCED), yaitu pendekatan skrining modern yang melengkapi metode deteksi kanker konvensional.

10 Jenis Kanker yang Dapat Dideteksi SPOTMAS

Melalui satu kali pengambilan darah, SPOTMAS mampu mendeteksi sinyal dari 10 jenis kanker utama, yaitu:

  1. Kanker Payudara
  2. Kanker Paru-Paru
  3. Kanker Kolorektal (Usus Besar)
  4. Kanker Hati & Saluran Empedu
  5. Kanker Lambung
  6. Kanker Ovarium
  7. Kanker Pankreas
  8. Kanker Kerongkongan (Esofagus)
  9. Kanker Kepala dan Leher
  10. Kanker Endometrium (Lapisan Dalam Rahim)

Beberapa di antaranya merupakan kanker yang belum memiliki program skrining rutin, sehingga sering kali terdeteksi pada stadium lanjut.

5 Keunggulan SPOTMAS Dibanding Deteksi Konvensional

  1. Cakupan Multi-Kanker dalam Satu Tes
    Berbeda dengan pemeriksaan konvensional yang umumnya hanya menargetkan satu organ, SPOTMAS memungkinkan skrining 10 kanker sekaligus dalam satu kali pemeriksaan.
  1. Akurasi Tinggi & Teruji di Populasi Asia Tenggara
    SPOTMAS telah melalui validasi klinis pada populasi Asia Tenggara, dengan:
    • Sensitivitas keseluruhan: ±78%
    • Spesifisitas: 99,8%
    • Negative Predictive Value (NPV): 99,9%
    • Akurasi prediksi asal tumor (Tissue of Origin): >85%
      Artinya, hasil negatif memberikan tingkat keyakinan yang sangat tinggi bahwa kanker tidak terdeteksi.
  1. Non-Invasif & Nyaman
    Hanya memerlukan 10 ml sampel darah, tanpa biopsi, pembedahan, atau prosedur invasif lainnya.
  1. Peluang Kesembuhan Lebih Tinggi
    Deteksi kanker pada stadium awal dapat memberikan potensi keberhasilan terapi hingga 4 kali lebih tinggi dibandingkan stadium lanjut.
  1. Lebih Efisien Secara Biaya
    Penanganan kanker stadium dini dapat menurunkan biaya pengobatan hingga 7 kali lebih hemat dibandingkan terapi pada stadium lanjut.

Siapa yang Dianjurkan Melakukan Tes SPOTMAS?

Tes SPOTMAS direkomendasikan sebagai pelengkap medical check-up rutin, terutama bagi individu dengan risiko lebih tinggi, antara lain:

Direkomendasikan Untuk:

  • Usia ≥40 tahun
  • Perokok berat (>20 bungkus/tahun)
  • Konsumsi alkohol tinggi
    (Pria ≥15 gelas/minggu, Wanita ≥8 gelas/minggu)
  • Riwayat keluarga kanker (kerabat tingkat pertama)
  • Pembawa virus Hepatitis B atau C
  • Individu dengan mutasi gen kanker (BRCA1, BRCA2, TP53)
  • Penderita diabetes atau gaya hidup berisiko

Tidak Direkomendasikan Untuk:

  • Pasien dengan kanker aktif
  • Riwayat transplantasi sumsum tulang
  • Ibu hamil
  • Riwayat transfusi darah dalam 3 bulan terakhir

Bagaimana Cara Kerja Tes SPOTMAS?

SPOTMAS menganalisis ctDNA yang beredar di dalam darah menggunakan pendekatan multimodal, meliputi:

  • Pola metilasi DNA
  • Fragmentasi DNA
  • Perubahan struktur genom

Semua data dianalisis menggunakan algoritma pembelajaran mesin (machine learning) untuk mengidentifikasi sinyal kanker serta memprediksi asal jaringan tumor.

Prosedur Pemeriksaan & Interpretasi Hasil

Tahapan Pemeriksaan:

  1. Pengambilan darah 10 ml (di laboratorium RS Wava Husada atu Homecare)
  2. Analisis laboratorium selama ± 4 minggu
  3. Hasil dikirimkan secara aman melalui email

Interpretasi Hasil:

Hasil Penjelasan Tindak Lanjut
Negatif Tidak terdeteksi ctDNA Skrining ulang 1 tahun kemudian
Positif Terdeteksi sinyal tumor Konfirmasi dengan MRI, CT Scan, atau PET-CT

Tes ini bukan alat diagnosis, melainkan skrining awal untuk membantu dokter menentukan pemeriksaan lanjutan yang lebih terarah.

Penawaran Khusus Hari Kanker Sedunia

Dalam rangka Hari Kanker Sedunia, tersedia harga khusus untuk pemeriksaan SPOTMAS ct-DNA:

  • Skrining Kanker 10in1: Rp 1.099.000

Promo bersifat terbatas dan ditujukan untuk meningkatkan kesadaran pentingnya deteksi dini kanker berbasis teknologi terkini.

Komitmen RS Wava Husada

RS Wava Husada berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan berbasis inovasi, bukti ilmiah, dan kebutuhan pasien. Tes skrining kanker berbasis ctDNA dengan teknologi SPOTMAS merupakan bagian dari upaya kami untuk mendorong pencegahan dan deteksi dini kanker secara lebih menyeluruh, praktis, dan modern.

Untuk informasi lebih lanjut, jadwal pemeriksaan, atau konsultasi dengan dokter, silakan menghubungi Layanan Informasi RS Wava Husada.

Deteksi lebih awal bukan untuk menakutkan, tetapi untuk memberi kesempatan hidup yang lebih baik.

Jadwal Dokter
Write a comment:

*

Your email address will not be published.

Kontak kami        0341.393000