dr. SATRIO AJI, Sp.OT (Spesialis Orthopedi & Traumatologi)

Hernia Nucleus Pulposus (HNP) sering disebut “syaraf terjepit” merupakan kondisi di mana bantalan cakram di antara ruas-ruas tulang belakang mengalami tekanan dan penonjolan sehingga menekan saraf tulang belakang.

Dokter Satriyo Aji, Sp.OT (K), Dokter Spesialis Orthopedi & Traumatologi RS Wava Husada menjelaskan gejala yang muncul pada pasien adalah nyeri punggung, nyeri pada bahu dan tungkai. rasa kesemutan atau baal pada tungkai dan bahu, dan menurunnya kekuatan otot.

Kelainan ini banyak disebabkan faktor obesitas, sering mengangkat beban yang berat, aktivitas menyetir lama dengan kondisi jalan yang buruk, dak faktor keturunan.

Dignostik HNP ditegakkan dengan pemeriksaan fisik untuk menentukan keadaan klinis pasien ditunjang dengan pemeriksaan rontgen, CT scan, maupun MRI untuk memastikan level dan lokasi saraf yang terjepit.

“Pengobatan HNP tergantung level keparahan penyakit ini, bisa dengan obat-obatan pereda rasa nyeri, penenang otot, obat antikonvulsan. Fisoterapi dilakukan dengan peregangan otot, penguatan otot-otot punggung dan berenang. Operasi hanya dilakukan apabila terjadi kelemahan pada otot dan kaku, lemah saat berdiri dan berjalan, keluhan menetap setelah enam bulan pengobatan dan terapi, kesulitan mengontrol kencing,” papar dokter yang akrab disapa dokter Aji tersebut.

Pencegahan yang bisa dilakukan sejak dini adalah selalu menjaga berat badan, duduk dengan posisi yang tepat, olahraga yang tepat, dan tidak sering mengangkat beban yang berat.

WAVA TIMES – EDISI 17

© 2019 - RS Wava Husada

Kontak kami        0341.393000