Belakangan ini, Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan surat kewaspadaan terkait penyakit Virus Hanta setelah muncul laporan kasus Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) pada penumpang kapal pesiar MV Hondius. Meski hingga saat ini kasus HPS belum ditemukan di Indonesia, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama karena tingginya mobilitas perjalanan internasional.
Lalu, sebenarnya apa itu Virus Hanta? Apakah berbahaya? Dan bagaimana cara mencegahnya?
Apa Itu Virus Hanta?
Virus Hanta adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dari kelompok Orthohantavirus. Penyakit ini termasuk zoonosis, artinya dapat menular dari hewan ke manusia, terutama melalui tikus dan celurut sebagai reservoir utama. Penularan bisa terjadi melalui:
- Urin, feses, atau air liur tikus
- Debu yang terkontaminasi dan terhirup manusia
- Lingkungan yang kurang bersih dan banyak jejak tikus
Menurut Kementerian Kesehatan, Virus Hanta memiliki dua bentuk utama penyakit:
HFRS (Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome)
Gejalanya meliputi:
- Demam
- Sakit kepala
- Nyeri badan
- Tubuh terasa lemas
- Mata atau kulit menguning (jaundice)
HPS (Hantavirus Pulmonary Syndrome)
Gejalanya antara lain:
- Demam
- Nyeri otot
- Batuk
- Sesak napas
- Kondisi paru yang dapat memburuk dengan cepat
Tipe HPS tergolong serius karena memiliki tingkat kematian yang tinggi jika terlambat ditangani.
Sumber:
- Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI Nomor SR.03.01/C/2572/2026 tentang Kewaspadaan Penyakit Virus Hanta, 10 Mei 2026.
- Vial PA, Ferrés M, Vial C, Klingström J, Ahlm C, López R, Le Corre N, Mertz GJ. Hantavirus in humans: a review of clinical aspects and management. The Lancet Infectious Diseases. 2023 Sep 1;23(9):e371-82.
- Watson DC, Sargianou M, Papa A, Chra P, Starakis I, Panos G. Epidemiology of Hantavirus infections in humans: a comprehensive, global overview. Critical reviews in microbiology. 2014 Aug 1;40(3):261-72.
Apakah Virus Hanta Sudah Ada di Indonesia?
Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa hingga saat ini kasus Virus Hanta tipe HPS belum pernah dilaporkan di Indonesia. Namun, beberapa kasus tipe HFRS sudah ditemukan melalui surveilans kesehatan sejak tahun 2024 hingga 2026 di beberapa provinsi seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, DIY, hingga Sulawesi Utara.
Karena itu, kewaspadaan tetap perlu dilakukan, terutama terhadap kemungkinan kasus impor dari luar negeri.
Cara Mencegah Virus Hanta
Kabar baiknya, risiko penularan dapat ditekan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan tikus. Berikut langkah pencegahan yang dianjurkan:
✔ Jaga Kebersihan Rumah
- Tutup lubang atau celah tempat tikus masuk
- Bersihkan rumah secara rutin
- Gunakan metode pel basah saat membersihkan area berdebu
✔ Simpan Makanan dengan Aman
Gunakan wadah tertutup agar makanan tidak terkontaminasi tikus.
✔ Hindari Kontak dengan Tikus dan Kotorannya
Jika menemukan bangkai atau kotoran tikus, gunakan sarung tangan dan masker saat membersihkannya.
✔ Terapkan Pola Hidup Sehat
- Rajin cuci tangan
- Gunakan masker saat sakit
- Jaga daya tahan tubuh
- Segera periksa jika mengalami gejala mencurigakan
✔ Waspada Saat Traveling atau Camping
Aktivitas luar ruangan seperti berkemah dan mendaki juga perlu diperhatikan karena berpotensi kontak dengan habitat tikus liar.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri jika mengalami:
- Demam tinggi
- Sesak napas
- Batuk berat
- Tubuh lemas berkepanjangan
- Gejala setelah kontak dengan lingkungan kotor atau banyak tikus
Penanganan lebih awal dapat membantu mencegah komplikasi serius.
Di era digital saat ini, konsultasi kesehatan juga semakin mudah dilakukan tanpa harus keluar rumah. Jika Anda mengalami keluhan kesehatan ringan atau ingin berkonsultasi lebih awal dengan dokter, layanan Telemedicine Rumah Sakit Wava Husada dapat menjadi pilihan praktis untuk mendapatkan arahan medis dengan cepat dan nyaman dari rumah.