Fifie Indayani, S.Psi, M.Psi

Autisme adalah salah satu gangguan metabolisme pada anak. Tidak perlu menunggu dewasa untuk mendeteksi gangguan tersebut. Menurut Psikolog Fifie Indayani, S.Psi, M.Psi, secara umum gejala autisme dapat kita ketahui pada anak usia 7 tahun ke bawah atau ketika masa awal perkembangan anak dengan tingkatan berbeda-beda.

Adapun ciri-ciri autisme pada anak ada 3 yaitu yang pertama adalah gangguan komunikasi. Gangguan ini ditandai dengan terlambat bicara pada usia perkembangan dimana se-harusnya anak sudah bisa ber-bicara, dan cenderung mengulang kalimat yang orang lain ucapkan tanpa ada maksud untuk ber-komunikasi dua arah.

Ciri yang kedua adalah gangguan interaksi sosial, yaitu tidak merespon ketika namanya dipanggil meskipun kemampuan pendengarannya normal, terlalu fokus dengan dunianya sendiri, dan tidak bisa memulai percakapan, serta sulit untuk memulai interaksi dan jalinan pertemanan dengan orang lain.

Ciri selanjutnya adalah perilaku stereotipe. Dimana anak memiliki perilaku yang cenderung berulang dan minat terhadap benda atau segala sesuatu terbatas. “Misalnya, selalu berjinjit ketika berjalan dan melakukan gerakan repetitif seperti mengayunkan tangan atau badan ke depan dan belakang secara berulang, serta terpaku pada objek atau intensitas fokusnya berlebihan,” ujar Psikolog RSWH yang memiliki jadwal praktik Senin dan Rabu pukul 13.00 – 15.00 tersebut.

Lebih lanjut, beliau juga memaparkan beberapa penyebab gangguan autisme. Salah satunya adalah faktor genetik dan kondisi medis lain juga bisa oleh faktor lingkungan misal kondisi ibu selama hamil bisa dikarenakan depresi, mengkonsumsi obat-obatan, dan minuman beralkohol sehingga dapat mengganggu syaraf dan metabolisme. “Selain itu, keracunan logam berat seperti timbal, tembaga, merkuri dan lain sebagainya juga dapat me-nyebabkan terjadinya kelainan pada tumbuh kembang anak,” tukasnya.

Apakah gangguan autisme dapat disembuhkan? Ada beberapa treatment atau terapi sehingga penyandang autisme dapat hidup normal. Terapi perilaku dan komunikasi yang diberikan di rumah dan di sekolah, terapi wicara, terapi sensorik, , terapi farmakologi dan terapi diet makanan tertentu yang dapat memicu kambuhnya autisme.

© 2019 - RS Wava Husada

Kontak kami        0341.393000