dr. Andrie Rhomdhon K., Sp.U (Spesialis Urologi)

Batu saluran kemih merupakan batu yang terbentuk di saluran kemih. Hal ini dapat menimpa siapapun, laki-laki maupun perempuan diberbagai usia. Dijelaskan oleh Dokter Spesialis Urologi Rumah Sakit Wava Husada, dr. Andrie Rhomdhon K., Sp.U, penyebab batu saluran kemih bisa beragam, salah satunya kurang mengkonsumsi air putih. Sebagaimana kita ketahui bahwa, fungsi ginjal ialah menyaring darah dengan produk akhirnya urin. Ketika seseorang kekurangan cairan (dehidrasi), maka darah melewati ginjal dalam kondisi pekat sehingga proses reabsorbsi (penyerapan) ginjal pun tidak maksimal.

Lanjut dr. Rhomdhon, dari hasil reabsorbsi yang tidak maksimal ini, akan menyebabkan urin menjadi pekat dan keruh sehingga aliran urin berjalan lambat (stasis). Akibatnya mudah terbentuk inti batu dan kerak yang perlahan dapat berubah menjadi batu. ”Batu saluran kemih dapat terjadi di ginjal, ureter (saluran kemih), kandung kemih maupun di uretra,” pungkasnya.

Faktor penyebab lain adalah dari konsumsi makanan, geografis (tempat tinggal), life style, herediter dan juga pekerjaan . Terlalu banyak mengkonsumsi kalsium, oksalat atau asam urat, bisa memicu terbentuknya batu saluran kemih. Pada beberapa daerah yang mana merupakan daerah kapur berpotensi untuk mengidap penyakit ini. Aktivitas atau pekerjaan seseorang juga banyak mempengaruhi. Adalah mereka yang pekerjaannya banyak duduk atau kurang aktivitas (sedentary life). Selain faktor diatas pembentukan inti batu juga dipengaruhi oleh faktor intrinsik (orangnya/ faktor herediter (bakat keturunan),” tuturnya.

Menurut dr. Rhomdhon, terdapat beberapa jenis batu saluran kemih diantaranya, yaitu batu kalsium, batu asam urat dan juga batu infeksi. Batu kalsium merupakan jenis batu yang paling sering dijumpai, yaitu kurang lebih 70 – 80 % dari seluruh batu saluran kemih. Batu ini jika di foto radiologis, akan tampak sangat putih (sangat keras). Untuk batu asam urat terbentuk jika kadar asam urat seseorang tinggi, kejadiannya sekitar 5-10 %. Batu ini tidak terlihat jika difoto rontgen (batu non opaque). Batu infeksi disebut juga batu struvit, terbentuknya batu ini disebabkan oleh adanya infeksi saluran kemih. Berbagai pemeriksaan penunjang, seperti CT Scan dapat membantu memperjelas jenis batu tersebut.

Sebagaimana diketahui, batu saluran kencing masih menjadi permasalahan yang kerap terjadi di masyarakat. Keluhan yang sering dialami biasanya nyeri pinggang (nyeri kolik) yang hilang timbul akibat gerakan peristaltik. ”Jika batu terdapat di ginjal, selama tidak menyumbat, biasanya tidak menimbulkan keluhan kecuali ada infeksi,” tutur dr. Rhomdhon.

dr. Rhomdhon berpesan, untuk selalu hidup sehat dengan minum air putih minimal 2 liter atau 8 gelas setiap hari. Menghindari konsumsi makanan dengan kandungan kalsium atau asam urat yang tinggi. Olahraga rutin dan istirahat yang cukup.

WAVA TIMES EDISI 36

© 2019 - RS Wava Husada

Kontak kami        0341.393000