KEGEMBIRAAN PASIEN ADALAH ENERGINYA

Ketika membahas mengenai kesehatan gigi, peran dokter gigi tidak bisa dilupakan. Sebagaimana peran dokter Harjanti melayani pasien-pasiennya di RS Wava Husada. Perempuan asal Kepanjen tersebut telah mengabdikan dirinya sebagai seorang dokter sejak lulus di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga Surabaya (1990-1996). Saat itulah perjalanannya dimulai.

Tahun 1997-2000 drg. Harjanti memulai PTT di Kabupaten Malang. Tahun berikutnya ia menjadi Dokter PHL di Dokkes Polres Malang dan beberapa tempat lainnya. Baru tahun 2006 drg. Harjanti memulai praktik pertamanya di RS Wava Husada.

Ia merupakan anak kedua dari empat bersaudara pasangan Bapak Soejono dan Ibu Sunarmi. Sejak kecil ia memulai pendidikannya di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Kepanjen, SD Muhammadiyah Kepanjen, SMPN 4 Malang, dan SMAN Kepanjen. Dokter berkacamata ini pun melanjutkan jenjang perguruan tinggi di Universitas Airlangga Surabaya. Belakangan, drg. Harjanti menyelesaikan gelar magister Manajemen Rumah Sakit di Universitas Brawijaya (2016-2018).

Menurut drg. Harjanti, ada beberapa alasan mengapa ia memutuskan menjadi seorang dokter gigi. Pertama ia dibesarkan dalam lingkungan kesehatan. Ya, ibu drg. Harjanti merupakan seorang bidan di Malang. Peran ibu drg. Harjanti itulah yang mendorongnya untuk menjadi seorang dokter. Kedua, sejak kecil drg. Harjanti telah mengalami permasalahan gigi. Tidak lain permasalahan warna gigi yang cenderung berubah (discoloration) karena faktor obat. Hal itu memicunya ingin mengenal lebih jauh kesehatan seputar gigi. Ketiga, ada doa dan harapan kedua orang tua disana. Salah satu tugas anak adalah membahagiakan ayah dan ibunya, begitupun dengannya.

Drg. Harjanti menuturkan ada kegembiraan tersendiri saat pasiennya pulang dengan hati gembira. Tidak sedikit pasien yang merasa khawatir, cemas dan takut ketika diperiksa. Salah satu tugas adalah memberikan rasa aman, secara lahir dan batin. Baginya merawat pasien harus dengan hati dan ikhlas. ”Karena kita hanya perpanjangan tangan dari Gusti Allah. Bagaimana pasien mau sembuh kalau kita dalam merawatnya tidak dari hati,” tuturnya.

© 2019 - RS Wava Husada

Kontak kami        0341.393000