dr. Yuliono Trika N. H., Sp.M (Spesialis Mata)

Pernahkah Anda mengalami mata bintitan? Seberapa parah? Apakah kerap berulang? Berikut adalah pemaparan dokter spesialis mata RS Wava Husada, dr. Yuliono Trika, Sp.M, mengenai bintitan.

Bintitan merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang menghasilkan nanah. Umumnya tumbuh bintil mirip jerawat atau bisul di tepi kelopak mata. Penyakit ini memberikan rasa tidak nyaman, nyeri, dan berulang. ”Kejadian berulang pada tempat yang sama dapat menjadi tanda awal keganasan,” tuturnya.

Bintitan jenisnya bisa kalazion atau hordeolum. Kalazion merupakan radang granulomatous kronik, tidak ada unsur infeksi (steril). Proses penyembuhan memerlukan tindakan operasi karena tidak akan sembuh hanya dengan pemberian obat. ”Kalazion tidak menyebabkan nyeri dan tidak kempes selama sekitar seminggu, dapat membesar, dan membuat komplikasi” tutur dr. Yuliono.

Lanjut dr. Yuliono, Kalazion dapat menyebabkan kelopak mata jatuh sebelah. Sehingga akan ada perbedaan antara lebar dan sempit. Apabila lama dibiarkan bisa menekan kornea dan menimbulkan astigmatisme (silinder).

Berbeda dengan kalazion, hordeolum adalah infeksi yang menyebabkan peradangan abses (nanah) kecil di daerah kelopak mata dan menimbulkan nyeri. Hordeolum di bagi menjadi dua fase, yaitu fase infiltrate dan fase supuratif. Tanda infiltrate adalah nyeri, bengkak, merah. Rasa mengganjal pada kelopak mata yang memberat saat menunduk dan nyeri bila ditekan. Sedangkan fase suporatif tumbuh nanah seperti bisul, bengkak, merah, dan nyeri sedikit berkurang.

Hordeolom selama fase infiltrate bisa disembuhkan dengan pemberikan obat antibiotik. Apabila memasuki fase supuratif harus dilakukan operasi kecil untuk mengeluarkan isi nanah. ”Hordeolum dapat menyebar sampai merah sekali karena ada unsur infeksi bakteri,” pungkasnya.

Selain itu, hordeolum dapat terjadi rekurensi (berulang). Infeksi berulang pada bintitan disebabkan karena faktor kebersihan area mata. Biasanya karena sering menggosok mata atau karena faktor alergi protein. Alergi yang didapat bisa berasal dari dari telur, hewan berkaki dua, seperti bebek, ayam, dan lainnya. Namun apabila dilakukan pemeriksaan dan tidak ada alergi, maka dapat menjadi tanda suatu keganasan. Selanjutnya, perlu biospsi eksisi untuk memastikan apakah hanya infeksi biasa atau keganasan. ”Apabila sampai ganas, akibatnya mata bisa diambil meskipun dalam keadaan sehat,” tuturnya.

Adapun pencegahan yang bisa dilakukan dengan cara menjaga kebersihan area mata. Tidak mengucek mata, sering melakukan cuci tangan bersih dengan sabun, membersihkan make up di area mata, dan mengurangi makanan yang mengandung alergi.

WAVA TIMES EDISI 29

© 2019 - RS Wava Husada

Kontak kami        0341.393000