dr. Kartika Siwi Proboretno, Sp.JP (Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah)

Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) kini telah menjadi pembunuh utama di Indonesia. Tidak hanya pada dewasa, beragam penyakit jantung juga banyak menyerang anak-anak. Seperti halnya Penyakit Jantung Bawaan (PJB). Menurut laman web Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2014, 7 hingga 8 bayi per 1000 kelahiran hidup dilahirkan dengan PJB. Sementara angka kelahiran setiap tahun mencapai 4,5 juta bayi.

Menurut penjelasan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS Wava Husada, dr. Kartika Siwi Proboretno, Sp.JP, menyampaikan Penyakit Jantung Bawaan atau PJB adalah segala penyakit yang didapatkan sejak lahir (saat di dalam kandungan). Penyakit PJB tidak langsung terdeteksi. Hal itu tergantung dari kondisi masing-masing individu dan jenis PJB-nya. ”Klasifikasi PJB ini ada yang biru (sianotik) dan yang bukan biru (non sianotik),” tuturnya.

Lebih lanjut dr. Tika menjelaskan, sianotik banyak menimpa bayi. Ia merupakan jenis PJB yang menyebabkan warna kebiruan (sianosis) pada kulit dan selaput mukosa terutama di daerah lidah/bibir dan ujung-ujung anggota gerak. ”Bayi biru mengacu pada perubahan warna kebiruan di tangan atau kaki,” pungkasnya.

Lanjut dr. Tika, jika diketahui bayi mengalami biru agar segera dibawa ke layanan kesehatan, seperti Init Gawat Darurat (IGD). Dari situ bayi akan diperiksa oleh dokter untuk mendapatkan pertolongan. Biasanya berupa pemberian oksigen dan obat-obatan emergency lain.

Berbeda dengan sianotik, PJB non sianotik tidak menimbulkan warna kebiruan. Umumnya menimbulkan gejala gagal jantung yang ditandai dengan sesak yang memberat saat menetek/beraktivitas, bengkak pada wajah, anggota gerak, serta perut, dan gangguan pertumbuhan yang menyebabkan kekurangan gizi dan infeksi saluran napas bening.

Menurut dr. Tika, kasus yang paling banyak terjadi dari sianotik (biru) adalah Atrial Septal Defect (ASD) atau kebocoran serambi jantung, Ventricular Septal Defect (VSD) atau adanya lubang di dinding pemisah (septum) antara bilik kanan dan bilik kiri jantung, serta Patent Ductus Arteriosus (PDA), yaitu kelainan jantung bawaan yang biasanya dialami oleh bayi dengan kelahiran prematur.

Kasus untuk jenis biru yang paling banyak terjadi biasanya adalah Tetralogy of Fallot (TOF), yaitu gangguan pada bayi yang disebabkan oleh kombinasi empat penyakit jantung bawaan saat lahir.

dr. Tika berpesan, PJB dapat di waspadai sejak masa kehamilan. Ia perlu diwaspadai sejak dini, khususnya mereka yang telah memiliki riwayat penyaki jantung. Pun ibu hamil sebaiknya memperhatikan kandungan gizi, tidak merokok dan minum alkohol, melakukan tes Toksoplasmosis, infeksi lain/Other infection, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes simplex virus (disingkat TORCH).

WAVA TIMES EDISI 30

© 2019 - RS Wava Husada

Kontak kami        0341.393000