dr. Ahmad Thohir, Sp.M

Katarak adalah penyakit akibat kekeruhan lensa mata yang mengakibatkan penglihatan menjadi kabur. Penyakit ini dapat menyerang pada semua golongan usia. Mulai bayi baru lahir sampai orang usia lanjut. Bersama dengan dr. Ahmad Thohir, Sp.M mari kita pahami seperti apa katarak itu.

Sering sekali timbul pertanyaan bagaimana gejala awal munculnya katarak? Apa saja yang bisa menyebabkan terjadinya katarak? Dan apakah katarak dapat diobati tanpa harus dioperasi?

Menurut Dokter Thohir, gejala awal yang dirasakan seseorang ketika mulai timbul katarak adalah penglihatan menjadi kabur. Orang akan mengeluh penglihatannya seperti berkabut atau berasap, silau bila terkena sinar matahari atau lampu kendaraan. Dengan berjalannnya waktu katarak akan semakin parah sehinga seseorang tidak dapat melihat sama sekali.

Katarak tidak menimbulkan rasa sakit. Hanya katarak yang terjadi komplikasi saja yang dapat menimbulkan rasa sakit. Ada beberapa macam katarak diantaranya adalah katarak kongenital, juvenile, traumatika, komplikata dan senilis. Dari semua jenis katarak ini yang paling banyak angka kejadiannnya adalah katarak senilis. Katarak Kongenital (bawaan) adalah yang muncul sejak bayi baru lahir. “Salah satu penyebab katarak kongenital adalah akibat infeksi virus rubella saat masih dalam kandungan” ungkap dokter mata alumni Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya ini.

Katarak Juvenile yaitu katarak pada usia muda dibawah usia 50 tahun. Katarak ini biasanya muncul disertai dengan penyakit sistemik lainnya. Katarak traumatika adalah katarak akibat trauma mata baik trauma tembus maupun tumpul. Katarak komplikata adalah katarak yang muncul akibat penyakit mata lainnya seperti penyakit radang mata.

Sedangkan katarak senilis adalah katarak karena proses penuaan. Katarak ini muncul mulai usia 50 tahun dan an akan dipercepat munculnya bila seseorang menderita kencing manis. Sampai saat ini belum ada obat yang efektif untuk menyembuhkan katarak selain operasi. Pada kondisi awal munculnya katarak mungkin masih bisa dibantu dengan pemakaian kaca mata agar penglihatan tidak silau dan kabur. Tapi pada katarak fase lanjut tidak ada ada obat kecuali operasi. Ada dua teknik operasi katarak yaitu manual dan menggunakan alat fakoemulsifikasi.

Operasi katarak menggunakan fakoemulsifikasi merupakan operasi canggih. Dengan fakoemulsifikasi operasi jadi lebih cepat hanya sekitar 10 menit, luka hanya 2.75 mm sehingga tanpa dijahit, aman, dan cepat sembuhnya. “Tidak perlu bius total. Hanya menggunakan bius tetes,” tutupnya.

© 2019 - RS Wava Husada

Kontak kami        0341.393000