dr. Ratna Wulandari, Sp.KK, M.Kes

“Dinkes Kabupaten Malang telah memastikan bahwa penyakit anthrax tidak akan menyebar di Malang”
Anthrax adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh Bacillus Anthracis. Menyerang jenis hewan ternak dan dapat menular ke manusia. Kejadian anthrax pada manusia di Indonesia hampir selalu berhubungan dengan wabah penyakit anthrax pada hewan. Total kasus anthrax pada manusia di Indonesia dari tahun 1992-2001 tercatat sebanyak 599 kasus degan kematian sebanyak 10 orang.

Wabah anthrax pun kerap dilaporkan menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di daerah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTB, NTT, Sumatra Barat, Jambi, Sulawesi Selatan, Tenggara, Utara dan Papua. “Akhir-akhir ini infeksi anthrax kembali menyerang di daerah Kulon Progo, Gunung Kidul Jogjakarta,” ungkap Dokter Ratna Wulandari, Sp.KK, M.Kes.

Ia beberkan lebih lanjut, infeksi anthrax dapat menyerang kulit manusia merasuki tubuh melalui luka yang terdapat pada kulit manusia.

Anthrax kulit merupakan jenis yang paling umum dari Anthrax. “Paling ringan gejalanya gatal, sensasi terbakar di kulit, hingga kulit tampak melepuh. Kulit yang terinfeksi akan menyerupai gigitan serangga yang cepat berkembang mennjadi sakit dengan pusat bengkak berwarna kehitaman,” tuturnya.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RS Wava Husada tersebut menuturkan seseorang dapat terinfeksi karena memakan daging yang terkontaminasi atau menghirup spora bakteri. Pengobatan yang tepat dengan antibiotik dapat menyembuhkan infeksi anthrax yang diakibatkan kontak kulit atau daging yang terkontaminasi. Akan tetapi anthrax yang terhirup lebih susah diobati dan beresiko fatal.

Selanjutnya, Dokter Ratna menyarankan untuk tidak perlu khawatir dengan mewabahnya anthrax di beberapa daerah di Indonesia. “Dinkes Kabupaten Malang telah memastikan bahwa penyakir anthrax tidak akan menyebar di Malang. Karena mata rantai penyakit anthrax dapat diputus dengan cara membakar hewan yang terinfeksi anthrax, dikubur dalam-dalam dengan dilapisi batu kapur,” lanjut dokter alumni Universitas Hasanuddin Makassar tersebut.

© 2019 - RS Wava Husada

Kontak kami        0341.393000